Selasa, 21 Juni 2011

MAKALAH MEDIA NONPROYEKSI


MAKALAH
MEDIA VISUAL NONPROYEKSI

Oleh
Kelompok 9
1.      Nova Kurniati Chandra
2.      Reni Eliza
3.      Andika Palla
4.      M. Arif
NIM   :  332010155
NIM   :  332010
NIM   :  332010
NIM   :  332010

Dosen Pengasuh  :  Rohman, S. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
MARET 2011

KATA PENGANTAR


Dengan ucapan Alhamdulillahlirabbilalamin sebagai rasa terima kasih dan puji
syukur kepada Allah S.W.T makalah ini dapat terselesaikan.
Adapun salah satu tujuan dari disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran.  Atas selesainya makalah ini tentunya tidak lepas dari kerjasama yang baik dalam kelompok penyusun makalah dan dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Rohman, S. Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Media Pembelajaran yang dalam hal ini juga sebagai pemberi tugas.
Tentunya dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kesalahan, baik dari segi kosakata maupun dari segi pengertian. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar dalam pembuatan makalah-makalah di masa mendatang dapat lebih baik lagi. Segala saran dan masukan atas kekurangan makalah ini, tim penyusun makalah terima dengan pikiran terbuka dan ucapan terima kasih.


Palembang,    Maret  2011

Penyusun







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ .................. i
KATA PENGANTAR......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI....................................................................................................................... iii
BAB    I               PENDAHULUAN ................................................................................. 1
            I.     A       LATAR BELAKANG MASALAH......................................................... 1
            I.     B       RUMUSAN MASALAH........................................................................ 2
            I.     C       TUJUAN MASALAH............................................................................. 2
            I.     D       METODE PENELITIAN........................................................................ 2
BAB    II              PEMBAHASAN .................................................................................... 3
            II.    A       PENGERTIAN  MEDIA NONPROYEKSI............................................ 3
            II.    B       JENIS DAN MENFAAT........................................................................ 9
BAB    III             PENUTUP ............................................................................................ 13
            III.  A       SIMPULAN .......................................................................................... 13
            III.  B       SARAN ................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ iv







BAB I
PENDAHULUAN
I. 1   Latar Belakang
Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu dasar peningkatan pendidikan secara keseluruhan. Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Mutu pendidikan sangat tergantung kepada kualitas guru dan pembelajarannya, sehingga peningkatan pembelajaran merupakan isu mendasar bagi peningkatan mutu pendidikan secara rasional.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang, karena hasil dari proses pendidikan akan dirasakan baik untuk saat ini maupun untuk waktu yang akan datang. Kondisi yang akan datang dapat dibentuk melalui pendidikan yang sedang kita lakukan sekarang, artinya bahwa pendidikan harus dapat menyiapkan dan menjawab tantangan dan kebutuhan di masa yang akan datang.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, disadari atau tidak pengaruhnya semakin terasa dengan semakain banyaknya saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Media telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita, meskipun dalam derajat yang berbeda-beda. Di negara maju, media telah mempengaruhi kehidupan hampir sepanjang waktu. Waktu terpanjang yang paling berpengaruh itu adalah waktu yang digunakan di dunia pendidikan khususnya untuk sekolah. (Miarso, 1989).
 Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar itu.

I. 2   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah media pembelajaran juga agar Bapak/Ibu Guru maupun Calon Guru seperti layaknya tim penyusun makalah dapat menerapkan berbagai macam media pembelajaran agar kompetensi yang ditetapkan dapat tercapai dengan baik.


I. 3   Metode Penulisan
Dari banyak metode yang kami–tim punyusun–ketahui, penulisan makalah  ini menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan guna mencari bahan dan materi makalah tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Kami menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data–data tentang topik ataupun materi yang kami gunakan untuk makalah ini.

I. 4   Ruang Lingkup
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang kami–tim penyusun–miliki serta sesuai rujukan materi yang harus dibahasa dalam makalah ini yang diberikan oleh dosen pengasuh mata kuliah media pembelajaran yang juga sebagai pemberi tugas, maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan media pembelajaran nonproyeksi.











BAB II
PEMBAHASAN


Beberapa media dan materi yang dibahas pada bab ini sangat umum sehingga para instruktur (pengajar) cenderung meremehkan nilai-nilai pengajarannya. Materi tidak harus eksotis atau mahal untuk digunakan. Sesungguhnya kecil itu biasa berarti indah dan murah itu berarti efektif. Pada kenyataannya, dalam beberapa situasi materi-materi yang lebih sederhana mungkin merupakan satu-satunya media yang digunakan.
Walaupun fokus dalam bab ini adalah terhadap visual non proyeksi, namun pembahasannya meliputi beberapa topik yang secara teknis tidak dapat diklasifikasikan sebagai visual. Hal ini meliputi benda nyata, model, materi cetakan, materi yang gratis dan murah, kotak multimedia, perjalanan lapangan dan peralatan yang digunakan untuk menunjukkan visual (papan tulis, papan kain, papan magnet dan diagram putar.).




BENDA NYATA
Benda nyata – seperti koin, peralatan, artefak, tanaman dan binatang – adalah beberapa materi yang paling mudah diakses, menggugah minat dan melibatkan didalam penggunaan pendidikan. Gerbils (sejenis tikus kecil yang ekornya panjang) yang menggambar awan di taman kanak-kanak, terrarium yang memperkenalkan anak-anak sekolah menengah kepada konsep ekologi, pengumpulan koin pada jaman penjajahan, katak yang dibedah di laboratorium biologi perguruan tinggi; bayi sungguh-sungguh yang akan dimandikan di kelas perawatan – ini hanya merupakan beberapa contoh potensi benda nyata untuk menghapuskan ketidakjelasan dan untuk merangsang imajinasi.
Dengan menjadi konkret, benda-benda nyata hamper cocok didekat bagian bawah Kerucut Pengalaman Daje, yang berarti bahwa mereka pada dasarnya sesuai bagi para pembelajar yang menghadapi sebuah subyek yang dengannya mereka memiliki pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari. Benda nyata dapat digunakan sebagai mana adanya, atau dapat dimodifikasi untuk meningkatkan pengajaran. Contoh modifikasi meliputi hal-hal berikut ini:
• Cutaways. Peralatan seperti mesin dengan satu sisi yang memotong untuk memungkinkan pengamatan dari dekat terhadap pekerjaan didalam.
• Specimen. Tanaman, binatang yang sesungguhnya, atau bagian yang disediakan untuk pemeriksaan yang sesuai
• Exhibit. Kumpulan artefak, seringkali sifat ilmiah atau sejarah, yang dibawa bersama-sama dengan informasi cetakan untuk mengilustrasikan sebuah titik.


MODEL
Model adalah representasi multidimensi dari sesuatu yang nyata. Sebuah model bisa lebih besar, lebih kecil atau berukuran sama seperti obyek yang ia wakili. Hal ini mungkin lengkap dalam perinciannya atau disederhanakan untuk tujuan pengajaran. Sesungguhnya model-model dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak dapat diberikan oleh benda-benda yang sesungguhnya.
Model apa saja – dari pesawat terbang sampai zebra – dapat dibeli untuk digunakan di kelas. Menyediakan kumpulan model dan globe merupakan sebuah standard layanan bagi sebagian besar pusat media sekolah. Pusat media distrik dan regional dan museum seringkali meminjam artefak dan model, biasanya sebagai bagian dari kotak multimedia.
Berbagai macam kotak model juga ada untuk dirakit oleh anda atau murid-murid anda. Perakitan itu sendiri dapat menjadi pengajaran. Penyusunan kotak model di kelas menarik bagi anak-anak dari semua usia (dan sesungguhnya, juga bagi orang dewasa) dan dapat merangsang penelitian dan penemuan. Kegiatan perakitan mempertajam keterampilan kognitif maupun psikomotor. Mock-up, yang merupakan penyederhanaan representasi dari peralatan atau proses yang rumit, adalah lazim dalam pelatihan industri.
Dengan menyoroti unsur-unsur pokok dan menghapuskan perincian yang mengganggu, mock up mengklarifikasi kerumitan tersebut. Hal itu kadang-kadang dibuat sebagai model pekerjaan untuk mengilustrasikan cara kerja pokok dari sebuah peralatan yang sesungguhnya.
Model dan benda nyata merupakan media yang dianjurkan pada saat realisme merupakan hal yang penting bagi pembelajaran. Mereka memberikan konsep-konsep yang melibatkan tiga dimensi; tugas-tugas yang memerlukan pengidentifikasian menurut ukuran, bentuk, atau warna; dan praktek langsung atau laboratorium.

KOTAK  MULTIMEDIA
Sebuah kotak multimedia merupakan suatu kumpulan materi pengajaran/pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu jenis media dan disusun disekitar satu topik. Kotak-kotak dapat meliputi filmstrips, slide, audiotapes, videotapes, gambar fragmen, cetakan penelitian, transparansi overhead, peta, lembar kerja, diagram, grafik, booklet, benda nyata, dan model.
Beberapa kotak multimedia dirancang untuk digunakan oleh guru dalam presentasi di kelas. Yang lain dirancang untuk digunakan oleh masing-masing siswa atau dalam kelompok kecil.

Kotak  Multimedia  Komersial
Kotak multimedia komersial untuk berbagai macam subyek pendidikan. Kotak pembelajaran tersebut meliputi videotape, audiocassette, permainan lantai, permainan papan, poster, foto berwarna, kartu kegiatan, karti lotto, lukisan dinding, diagram dinding, bentuk geometrik, kartu flash, buku kerja siswa, dan buku petunjuk guru. Tujuan-tujuan dinyatakan dan didukung dengan strategi pengajaran yang dianjurkan untuk menggunakan materi didalam kotak tersebut.
Kotak multimedia lainnya pada berbagai macam topic tersedia dari sumber komersial, yang beberapa diantaranya memuat (antara lain materi) transparansi, materi laboratorium untuk percobaan ilmiah, dan bahkan wayang yang akan melakonkan cerita.

Kotak Multimedia Buatan Guru
Kotak multimedia juga dapat dibuat oleh guru-guru atau spesialis media. Seperti halnya materi ajar lainnya, kotak itu sebaiknya dirancang seputar tujuan; masing-masing komponen sebaiknya berperan terhadap tujuan-tujuan tersebut dalam cara yang utuh. Tujuan dari sebuah kotak adalah untuk memberi pembelajar peluang pembelajaran langsung – untuk menyentuh, mengamati, melakukan percobaan, mengagumi, memutuskan.
Ketersediaan dan biaya materi merupakan pertimbangan yang penting. Akankah ada satu kotak yang harus digunakan bersama oleh semua siswa, atau dapatkah kotak itu diduplikat untuk semua siswa? Apakah materi dapat digunakan lagi? Jika tidak, barang pengganti akan diperlukan. Apakah kotak tersebut meliputi materi audiovisual? Jika ya, dimanakah siswa akan menemukan peralatan yang dibutuhkan? Dapatkah kotak digunakan dengan berbagai situasi pengajaran.
Kelebihan
• Minat. Kotak multimedia membangkitkan minat karena mereka bersifat multisensor.
• Kerjasama. Kotak dapat menjadi sebuah mekanisme ideal untuk merangsang
pekerjaan proyek kelompok kecil.
• Logistik. Kotak memiliki manfaat logistik yang jelas. Dengan dikemas, mereka
dapat diangkut dan digunakan diluar kelas, seperti di pusat media atau di rumah.

Kekurangan
• Biaya. Pembelajaran dengan kotak multimedia mungkin lebih mahal daripada metode lain yang lebih konvensional.
• Memakan waktu. Mungkin akan memakan waktu untuk menghasilkan dan memelihara materi.
• Penggantian. Komponen-komponen yang hilang dapat membuat kotak sulit digunakan.

Aplikasi
Kotak-kotak multimedia pada dasarnya sangat cocok dengan muatan yang lebih memilih pembelajaran discovery (penemuan). Pertanyaan-pertanyaan dapat diajukan untuk memandu pembelajar untuk menggali dan mengambil kesimpulan. Topik-topik sains sangat cocok dengan pendekatan ini





PERJALANAN LAPANGAN
Perjalanan lapangan, sebuah darmawisata keluar kelas untuk meneliti proses yang sesungguhnya, orang-orang dan benda-benda, seriingkali tumbuh dari keinginan para siswa untuk mengalami secara langsung. Hal ini memungkinkan para siswa untuk menemui fenomena yang tidak dapat dibawa ke kelas untuk diamati dan diteliti.
Spesialis media sekolah dapat meningkatkan peluang bagi kesukesan pengalaman perjalanan lapangan dengan memelihara kehidupan sumberdaya lokal. File ini meliputi daftar tempat-tempat yang mungkin dikunjungi dan para pembicara yang mungkin diundang ke kelas untuk melakukan presentasi. Biasanya catatan file ini meliputi nama, alamat, dan nomor telepon orang yang harus dihubungi. Sebuah file sumber yang baik juga mencantumkan catatan-catatan mengenai nilai perjalanan sebelumnya atau cara seorang pembicara diterima sebelumnya. Beberapa pusat media distrik dan perpustakaan memelihara file sumber lokal sebagai bagian dari katalog elektronik mereka.
Agar sebuah perjalanan di lapangan dibenarkan, maka hal ini harus tumbuh dari atau terkait secara langsung dengan kursus pembelajaran regular. Tujuan-tujuannya sebaiknya dibuat untuk perjalanan lapangan. Seharusnya ada sebuah kegiatan lead in (pendahuluan) serta follow-up (termasuk evaluasi). Lead-in mempersiapkan siswa untuk perjalanan lapangan, sedangkan follow-up membantu mereka merefleksikan pengalamannya dan memadukannya kedalam skema masing-masing.
Follow-up merupakan sebuah aspek yang penting dari sebuah perjalanan lapangan. Apabila tujuannya untuk membuat perjalanan adalah untuk memperoleh informasi faktual tambahan, maka evaluasi akan lebih formal. Apabila tujuannya adalah pembentukan sikap dan apresiasi, maka kegiatan-kegiatan follow-up dapat meliputi diskusi, permainan peran, atau proyek seni kreatif. Apapun bentuknya, kegiatan follow-up seharusnya digunakan untuk menilai kesuksesan perjalanan. Para siswa dan guru sebaiknya membahas isi serta cara-cara yang memungkinkan untuk meningkatkan perjalanan di masa yang akan datang.


MATERI CETAKAN
Materi cetakan meliputi buku teks, fiksi dan non fiksi, booklet, famflet, panduan penelitian, buku petunjuk dan lembar kerja, serta dokumen yang diolah dengan kata-kata yang dibuat oleh guru dan murid. Buku teks telah lama menjadi dasar bagi pengajaran di kelas. Bentuk media yang lain yang dibahas dalam buku ini seringkali digunakan dalam kaitannya dengan suplemen untuk materi cetakan.
Kelebihan
• Ketersediaan. Materi cetakan tersedia pada berbagai topik dan dalam beberapa format yang berbeda.
• Fleksibilitas. Mereka dapat disesuaikan dengan beberapa tujuan dan mereka digunakan dalam lingkungan yang bercahaya.
• Mudah dibawa. Mereka mudah dibawa dari satu tempat ke tempat yang lain dan tidak memerlukan peralatan atau listrik
• Mudah digunakan. Materi cetakan yang dirancang dengan tepat mudah digunakan, tidak memerlukan upaya khusus untuk “mengemudikan”.
• Ekonomis. Materi cetakan relatif mahal untuk dibuat atau dibeli dan dapat dapat digunakan lagi. Pada kenyataannya, beberapa diantaranya dapat diperoleh secara cuma-cuma, seperti yang dijelaskan pada bagian berikutnya.
Kekurangan
• Tingkat Pembacaaan. Kekurangan pokok dari materi cetakan adalah bahwa mereka ditulis pada tingkat pembacaan tertentu.
• Pengetahuan awal. Walaupun buku teks pada umumnya lebih memperhatikan pembaca, dengan bahasa yang jelas dan struktur kalimat yang sederhana, para pembaca yang kekurangan pengetahuan prasyarat dapat berjuang untuk memahami teks tersebut.
• Ingatan. Beberapa guru menuntut siswa untuk mengingat beberapa fakta dan definisi. Kegiatan ini mengurangi materi cetakan menjadi hanya alat Bantu ingatan.
• Kosakata. Beberapa teks memperkenalkan sejumlah istilah kosa kata dan konsep dalam jumlah spasi yang pendek.
• Presentasi satu arah. Karena kebanyakan materi cetakan bersifat interaktif, maka mereka cenderung digunakan dengan cara yang pasif, seringkali tanpa pemahaman.
• Penentuan Kurikulum. Karang-kadang buku teks menentukan kurikulum bukan digunakan untuk mendukung kurikulum. Buku teks seringkali ditulias untuk mengakomodasi panduan-panduan kurikulum dari negara atau provinsi tertentu.
• Penghargaan sepintas lalu. Komite pemilihan mungkin tidak meneliti buku teks secara hati-hati. Karang-kadang buku teks dipilih dengan “tes ibu jari lima menit” – apapun yang menangkap mata peninjau ketika ia menunjuk melalui buku teks tersebut.

Aplikasi
Aplikasi yang paling umum dari materi cetakan adalah penyajian informasi muatan. Para siswa diberi tugas membaca dan diminta bertanggung jawab atas materi dalam diskusi kelas dan pada ujian (tes). Buku pegangan buatan guru juga dapat melengkapi presentasi guru atau digunakan oleh para siswa melengkapi presentasi seorang guru atau digunakan oleh siswa ketika mereka belajar secara mandiri.
Para siswa dapat menggunakan materi cetakan untuk memperluas informasi yang disajikan oleh guru atau bentuk media lain. Para siswa seringkali mengacu kepada materi cetakan tambahan seperti buku dan jurnal dari pusat media perpustakaan untuk menempatkan informasi pada topik tertentu yang tidak tercakup didalam buku teks.
Media cetakan digunakan pada semua bidang subyek dan dengan murid dari semua umur saat mereka belajar membaca. Pusat media pembelajaran merupakan sebuah sumber berbagai macam media cetak pada topik-topik yang tak terhitung banyaknya dan dalam hampir setiap format yang dapat dipahami


Pemanfaatan
Saat menggunakan materi cetakan untuk pengajaran, salah satu peran utama dari guru adalah untuk membuat para pembelajar terlibat dalam materi tersebut. Salah satu tekniknya adalah untuk membuat para siswa menggunakan metode “SQ3R”: Survei, Pertanyaan, Bacaan, Deklamasi, dan Tinjauan. Survei menuntut siswa untuk menyaring melalui materi cetakan dan untuk membaca tinjauan dan/atau rangkuman. Pada tahap Pertanyaan, siswa menulis sebuah daftar pertanyaan untuk dijawab saat membaca. Pada tahap membaca siswa didorong untuk mencari penyusunanm ateri, menempatkan kurung disekitar ide-ide pokok, mendasari perincian yang mendukung dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis pada langkah sebelumnya. Deklamasi menuntut mereka untuk mengetes dirinya sendiri sambil membaca dan menguraikan isi tersebut dengan kata-katanya sendiri. Tinjauan mengungkapkan bahwa siswa memperhatikan materi segera sesudah membacanya, hari berikutnya, seminggu kemudian dan seterusnya.
Teknik pemanfaatan lainnya untuk materi cetakan meliputi pengarahan siwa untuk membaca dengan tujuan atau pertanyaan dan menyediakan lembar kerja jika hal itu tidak dicantumkan didalam materi. Anda sebaiknya menekankan penggunaan visual dalam materi cetakan dan mengajari siswa untuk membaca visual-visual tersebut.

MATERI YANG GRATIS DAN MURAH
Dengan harga materi ajar yang terus menerus meningkat, guru dan para pelatih seharusnya menyadari akan berbagai macam materi yang dapat diperoleh untuk digunakan di kelas dengan sedikit biaya atau tidak sama sekali. Materi yang gratis dan murah dapat menambah pengajaran dalam beberapa subyek; mereka dapat menjadi sumber pokok pengajaran pada topik-topik tertentu. Jenis materi yang gratis dan murah hampir tidak ada batasnya. Barang-barang yang tersedia lebih umum meliputi poster, buku, famflet, brosur, laporan, diagram, peta, buku, filmstrip, audiotape, videotape, kotak multimedia, dan benda nyata. Sumber lain yang menjadi sangat penting untuk memperoleh materi yang gratis dan murah adalah Internet.

Kelebihan
• Up-to-date. Materi yang gratis dan murah dapat menyediakan informasi yang up-to-date (tidak ketinggalan jaman) yang dimuat didalam buku teks atau media lain yang diperdagangkan.
• Perlakuan mendalam. Materi-materi semacam itu seringkali memberikan perlakuan yang mendalam tentang sebuah topik.
• Berbagai kegunaan. Materi audiovisual meminjamkan dirinya kepada persentasi kelas oleh instruktur.
• Manipulasi siswa. Materi-materi yang dapat dikembangkan memiliki kelebihan lain yang memungkinkan para pembelajar terlibat aktif didalamnya.
Kelemahan
• Bias atau iklan. Beberapa materi yang gratis dan murah dijelaskan sebagai materi yang disponsori karena produksi dan distribusinya disponsori oleh organisasi tertentu.
• Minat khusus. Apa yang mungkin menyulitkan adalah bahwa materi yang disponsori tidak memuat iklan yang palsu melainkan mempromosikan minat khusus dengan cara yang kurang jelas.
• Jumlah yang terbatas. Dengan naiknya biaya untuk memproduksi materi cetakan dan audiovisual, pemasok anda dapat membebankan batasan-batasan kepada jumlah item yang ada pada satu waktu.
Aplikasi
Materi yang gratis dan murah meliputi semua jenis media yang dibahas dalam buku ini – visual, benda nyata, model, transparansi overhead, slide, filmstrips, audiotapes, CD, videotape, film dan bahkan program komputer (software)


Sumber
Ada sumber materi gratis dan murah di tingkat daerah, negara, nasional dan internasional. Beberapa agen pemerintah local, kelompok komunitas, dan bisnis swasta memberikan materi informasi dengan pinjaman cuma-cuma. Perpustakaan umum seringkali menyediakan videotape, bahan cetakan dan filmstrips. Materi-materi ini biasanya dapat dipinjamkan ke sekolah-sekolah dan organisasi lain.
Organisasi umum seperti Red Cross (Palang Merah), Liga Pemungut Suara Wanita, dan perhimpunan kedokteran menyambut baik peluang untuk menyebarkan informasi tentang minat khusus mereka.
Diantara organisasi-organisasi bisnis, kegunaan (perusahaan telepon, listrik, gas dan air) memiliki kemungkinan paling besar untuk mempekerjakan ahli pendidikan yang dapat memberi anda informasi tentang jasa pengajaran yang mereka tawarkan.
Di tingkat nasional, sebagian besar sumber materi gratis dan tidak mahal yang berkembang adalah pemerintah nasional. Di Amerika Serikat, dua agen federal menawarkan minat khusus terhadap materi. Asosiasi dagang dan professional juga bertujuan untuk memperkenalkan khalayak umum dengan bidang minat mereka dan membuat mereka mempromosikan. Organisasi swasta yang beroperasi di tingkat nasional atau internasional seringkali menawarkan materi yang bersponsor. Sebagian besar pemerintah asing menyebarkan informasi tentang negara-negara untuk mempromosikan perdagangan, pariwisata dan pemahaman internasional. Mereka biasanya menawarkan poster, peta, dan booklet informasi ditambah videotapes secara cuma-cuma. Untuk mengetahui apa yang tersedia untuk suatu negara tertentu, layangkanlah surat kepada duta besar negara tersebut

Memperoleh Materi
Ketika anda sudah menentukan apa yang dapat anda gunakan dan dimana anda dapat memperolehnya, informasikanlah kepada pemasok; beberapa agen tidak akan memasok materi yang cuma-cuma dan murah jika anda tidak menulis tentang alat-alat tulis sekolah atau perusahaan anda.


Menghargai Materi
Seperti halnya dengan jenis-jenis materi lainya, hargailah nilai-nilai pendidikan dari materi yang gratis dan murah ini secara kritis. Beberapa diantaranya sangat cerdik (disajikan dengan baik secara teknis), tetapi tidak demikian dari segi pendidikan.

VISUAL NON PROYEKSI
Visual non proyeksi dapat menerjemahkan ide-ide abstrak kedalam format yang lebih realistis. Mereka memungkinkan pengajaran untuk bergerak naik turun dari tingkat symbol verbal dalam Kerucut Pengalaman Dales ke tingkat yang lebih konkret.
Visual non proyeksi mudah digunakan karena mereka tidak memerlukan peralatan apapun. Visual ini relatif murah. Beberapa diantaranya dapat diperoleh dengan sedikit biaya atau tanpa biaya sama sekali. Visual dapat digunakan dengan berbagai cara pada semua tingkat pengajaran dan pada semua disiplin ilmu.
Semua jenis visual non proyeksi dapat digunakan dalam ujian dan evaluasi. Pada dasarnya mereka sangat membantu dengan tujuan untuk menuntut pengenalan tentang orang, tempat atau benda. Beberapa visual non proyeksi hanya terlalu kecil untuk digunakan didepan sebuah kelompok. Ada kemungkinan untuk memperbesar suatu visual secara fotografis, tetapi dapat menjadi sebuah proses yang mahal. Beberapa visual non proyeksi memerlukan perhatian khusus. Karena gambar-gambar tersebut agak simbolis secara visual dan tidak menggambarkan dengan lengkap, maka hal itu memberi ruang lebih banyak bagi yang melihat untuk membuat kesalahan dalam menafsirkan makna yang diharapkan.

Gambar Fragmen
Gambar fragmen adalah gambaran fotografi (atau seperti foto) tentang orang, tempat dan benda. Gambar fragmen yang paling umum digunakan adalah foto; kartu pos, ilustrasi dari buku, laporan berkala, katalog dan sebagainya; dan cetakan penelitian. Gambar fragmen tersedia dalam buku-buku (termasuk buku teks), majalah, surat kabar, katalog dan kalender. Selain itu, anda dapat membeli foto besar untuk digunakan dengan kelompok siswa dari perusahaan pemasok pendidikan, atau anda dapat memperolehnya dari pusat media perpustakan anda.
Gambar fragmen bersifat dua dimensi. Kurangnya sifat tiga dimensi dapat diimbangi dengan menyediakan sekelompok gambar yang menunjukkan obyek atau adegan yang sama dari beberapa sudut atau posisi yang berbeda. oto dapat digunakan dengan berbagai cara, foto buatan guru atau buatan murid dapat digunakan untuk mengilustrasikan dan membantu mengajarkan beberapa topik khusus. Keterampilan dalam menguraikan gambar buku teks dapat dicantumkan dalam tujuan pengajaran guna memotivasi para pembelajar agar menggunakannya untuk tujuan penelitian (pembelajaran). Kualitas dan kuantitas ilustrasi tentu saja merupakan faktor yang penting dalam buku teks.  Murid-murid seharusnya memahami buku teks, gambar bukan merupakan dekorasi melainkan ditujukan sebagai alat bantu pembelajaran dan dengan demikian harus diguankan. Mereka sebaiknya didorong untuk memperhatikannya.Cetakan penelitian fotografi – pembesaran yang dicetak dalam suatu bentuk yang awet untuk digunakan oleh individu – juga memiliki beberapa aplikasi dalam lingkungan pengajaran. Pada dasarnya mereka membantu dalam penelitian yang mengolah produksi besi atau kertas, atau pengoperasian mesin pembakaran internal

Gambar
Gambar, sketsa, dan diagram menggunakan struktur grafik garis untuk menggambarkan orang, tempat, benda dan konsep. Gambar, secara umum, lebih lengkap dan mewakili daripada sketsa (misalnya komposisi gambar tongkat), yang mungkin kurang detail. Diagram biasanya ditujukan untuk menunjukkan hubungan atau membantu menjelakan proses, seperti bagaimana cara kerja sesuatu atau cara sesuatu dibuat.



Chart
Chart adalah gambaran visual tentang hubungan abstrak seperti kronologi, kuantitas dan hirarki. Chart muncul dalam buku teks dan buku petunjuk pelatihan seperti tabel dan flowchart (diagram alur). Mereka juga diterbitkan sebagai diagram dinding untuk dilihat secara berkelompokdalam bentuk diagram organisasi. Sebuah chart yang dirancang dengan baik, seharusnya mengkomunikasikan pesan-pesannya melalui saluran visual. Materi verbal sebaiknya melengkapi visual, bukan sebaliknya







Grafik
Grafik memberikan gambaran visual dari data angka-angka. Mereka juga mengilustrasikan hubungan antara unit-unit data dan trend dalam data tersebut. Beberapa chart table dapat diubah menjadi grafik. Data dapat diinterpretasikan secara lebih cepat dalam bentuk grafik atau table. Secara visual grafik juga lebih menarik daripada tabel. Ada empat jenis utama grafik: batang, gambar, lingkaran dan garis. Jenis yang akan anda pilih sebagian besar tergantung kepada kerumitan informasi yang ingin anda sajikan dan keterampilan interpretasi grafik audiens anda.
Sebagian besar program spreadsheet seperti Microsoft Works dan Excel memiliki sebuah pilihan grafik dan chart. Program spreadsheet merupakan alat yang mudah digunakan untuk membuat grafik dari data angka. Program gambar dapat digunakan untuk tata ruang dan rancangan, serta untuk gambar dan ilustrasi. Kebanyakan program grafik komputer hadir dengan ratusan atau ribuan typeface dan gambar clip-art dan dapat memanipulasi visual dengan cara yang dapat dibayangkan


Poster
Poster memadukan kombinasi visual antara gambar, garis, warna dan kata-kata. Hal ini ditujukan untuk menangkap dan menggapai perhatian orang yang melihat setidaknya cukup lama untuk mengkomunikasikan sebuah pesan singkat, biasanya pesan persuasif. Agar efektif, poster harus berwarna dan dinamis. Mereka harus merebut perhatian dan mengkomunikasikan pesan mereka dengan cepat. Salah satu kelemahan dari penggunaan poster adalah bahwa pesan mereka dengan cepat ditumpulkan oleh familiaritas.
Poster dapat digunakan secara efektif dalam sejumlah situasi pembelajaran. Mereka dapat merangsang minat terhadap sebuah topik baru, kelas baru, atau kejadian sekolah. Mereka dapat dipergunakan untuk motivasi – yang memikat siswa agar datang ke pertemuan sekolah atau ke pusat media atau mendorong mereka untuk lebih banyak membaca. Poster dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk perusahaan komersial, pesawat terbang, agen perjalanan, dan departemen pemerintahan.
Peralatan baru seperti PosterPrinter dari Varitronics, dapat mengubah poster yang tadinya berukuran 8½ x 11 inchi menjadi 23 x 33 inchi. Poster awalnya dapat berubah visual yang digambar dengan tangan, hasil cetakan computer, master transparansi overhead, atau semacamnya. Mesinnya menggunakan elektronik berkecepatan tinggi dan proses pencetakan panas.


Kartun
Kartun (gambar-gambar garis merupakan karikatur kasar dari orang dan kejadian sesungguhnya) mungkin merupakan format visual yang paling popular. Mereka tampak dalam berbagai macam media cetak – surat kabar, laporan berkala, buku teks – dan berkisar dari komik strip yang pada dasarnya ditujukan untuk menghibur hingga gambar yang ditujukan untuk membuat komentar politik dan sosial yang penting.
Kartun mudah dan cepat dibaca dan menarik bagi orang dewasa dan juga orang dewasa. Yang terbaik diantaranya mengandung kebijaksanaan serta kecerdasan.

MEMELIHARA VISUAL NON PROYEKSI
Salah satu kelemahan dalam penggunaan visual non proyeksi di kelas adalah bahwa mereka mudah kotor atau rusak ketika berpindah tangan dari satu murid ke murid yang lain. Display yang berulang-ulang, penyimpanan dan pencarian kembali juga mengakibatkan kerusakan dan robek. Mounting (penempelan) dan laminating adalah dua teknik penmeliharaan yang paling efektif, dan dapat mempengaruhi efektivitas visual proyeksi pengajaran.

Penempelan
Menempel visual nonproyeksi diatas kertas konstruksi, kardus, atau materi lainnya agar lebih awet. Warna materi penyusun sebaiknya tidak lebih menarik daripada visualnya. Efek total dari penyusunan anda adalah rapi dan nyaman dilihat.
Berbagai macam lem, semen dan pasta tersedia untuk tujuan penyusunan. Saat digunakan sesuai dengan petunjuk, hampir semuanya efektif. Akan tetapi beberapa lem putih, mungkin menyebabkan kerutan pada gambar apabila perekatnya sudah kering, khususnya jika digunakan dengan kekuatan penuhRubber Cement Mounting (Penempelan Dengan Semen Karet). Salah satu perekat yang paling umum digunakan untuk tujuan menempel adalah semen kertas. Hal ini mudah digunakan dan lebih bersih daripada lem cair lainnya. Kelebihan semen dapat dengan mudah dihapus, dan harganya murah. Keuntungan yang kedua adalah bahwa kualitas perekat dari semen karet cenderung Berkurang dalam periode waktu tertentu. Sentuhan yang terus menerus dengan udara kering pada akhirnya dapat membuatnya kehilangan cengkeramannya

Dry mounting (Penempelan Kering).
Penempekan kering mempergunakan sebuah kertas yang dibuat secara khusus yang diisi dengan perekat yang peka terhadap panas. Kertas ini tersedia dalam lembaran dan roll. Jaringan penempel kering mengikat bahan penopang dengan bagian belakang materi. Press dry-mount digunakan untuk memberikan panas dan tekanan yang dibutuhkan untuk mengaktivasi perekat jaringan. Prosesnya berjalan dengan cepat dan bersih, dan menghasilkan penempelan yang permanent dan berkualitas.
Salah satu kelemahan dari dry mounting adalah harganya yang relatif mahal. Akan tetapi ada kemungkinan untuk men – dry mount tanpa press dry-mount dengan menggunakan setrika rumah tangga biasa.

Laminating
Laminating melindungi visual dari kerusakan dan robekan dengan menutupnya menggunakan sebuah plastik yang bersih atau permukaan seperti plastik. Laminating membantu melindungi visual dari robek, goresan dan jari yang lembab. Permukaan yang kotor dapat dibersihkan dengan kain yang basah.
Laminating juga memungkinkan anda untuk menulis diatas visual anda dengan pensil lemak atau pena yang dapat larut dalam air untuk tujuan pengajaran. Kemudian tulisan itu dapat dengan mudah dihapus dengan kain atau spons basah. Laminating dapat dikerjakan dengan sebuha press dry mount.
Pengarsipan dan Penyimpanan
Anda akan mengetahui bahwa memiliki system untuk pengarsipan, penyimpanan dan pemerolehan kembali visual nonproyeksi anda akan sangat berguna. Sifat dari sistem pengarsipan yang anda gunakan akan tergantung kepada jumlah visual non proyeksi dalam kumpulan anda dan cara penggunaannya. System pengarsipan yang paling sederhana biasanya meliputi pengelompokkan bahan-bahan menurut unit pengajaran dimana hal itu digunakan.
Selain system pengarsipan yang dapat berfungsi dan wadah penyimpanan yang berukuran tepat, anda seharusnya memiliki tempat yang bersih dan jauh dari jangkauan untuk menyimpan visual anda saat mereka tidak digunakan. Lokasi penyimpanan dapat berkisar dari laci built-in yang luas atau lemari arsip sampai kardus sederhana atau karton.


PERMUKAAN DISPLAY
Jika anda akan menggunakan visual non proyeksi seperti foto, gambar, chart, grafik, atau poster, anda perlu menggunakan suatu cara untuk menampilkannya. Visual non proyeksi dapat ditampilkan di kelas dengan berbagai cara, dari memegang sebuah visual tunggal di tangan anda sampai menyusun exhibit yang luas untuk tampilan yang permanen. Permukaan kelas yang biasa digunakan untuk menampilkan visual non proyeksi antara lain adalah papan tulis, papan untuk berbagai tujuan, papan pancang, papan bulletin, papan pakaian, dan papan magnet. Flip chart juga dapat diguanakan dalam tampilan visual tersebut.


Papan Tulis
Permukaan tampilan yang paling umum di kelas tentu saja adalah, papan tulis. Dulu disebut blackboard (papan tulis), sekarang papan ini tampil dengan bermacam-macam warna, seperti halnya kapurnya. Walaupun papan tulis ini paling sering digunakan untuk mendukung komunikasi verbal, namun hal ini dapat digunakan sebagai sebuah permukaan untuk menggambar visual (atau gambar dapat diikatkan pada cetakan diatas papan tulis, direkatkan pada papan dengan menggunakan masking tape, atau diletakan pada nampan kapur). Untuk membantu mengilustrasikan unit-unit pengajaran. Grafik seperti sketsa atau diagram atau chart dan grafik dapat digambar di papan tulis untuk menunjukkan kelas.

Papan untuk berbagai kegunaan
Beberapa kelas dilengkapi dengan papan untuk berbagai tujuan, sebagai pengganti papan tulis. Hal ini disebut whiteboard atau marker board. Seperti yang tersirat dari namanya, hal ini dapat digunakan untuk lebih dari satu tujuan. Permukaan plastiknya yang putih dan galus memerlukan spidol khusus yang dapat dihapus bukan kapur. Jangan gunakan spidol permanent seperti Marks-A-Lot atau El Marko.
Permukaan yang putih juga bermanfaat untuk proyeksi film, slide, dan transparansi overhead. Materi-materi yang dipotong dari plastik tipis, seperti gambar dan huruf, akan melekat pada permukaan jika digosok di tempat. Beberapa papan memiliki bagian belakang yang terbuat dari baja dan dapat digunakan sebagai papan magnet untuk menampilkan visual.
Selain keragaman penggunaannya, papan untuk berbagai tujuan ini memiliki kelebihan karena mampu menampilkan garis yang terang dan warna-warni. Setidaknya ada delapan warna spidol yang tersedia saat ini.
Untuk membersihkan, cukup dengan menghapus papan dengan kain yang halus dan basah. Pembersihan lebih lanjut diperlukan, gunakan pembersih semprot ringan, seperti Sparkleen.

Papan Salinan (copy board)
Variasi teknologi tinggi dari papan untuk berbagai tujuan adalah copy board atau electronic whiteboard. Alat ini membuat salinan atas apa yang ditulis di papan diatas kertas yang ukurannya lebih kecil. Hal ini tampak seperti papan multipurpose yang lebih kecil) tetapi mungkin memuat banyak layar atau frame yang dapat digulung kedepan dan kebelakang. Anda dapat menulis diatas copy board dengan menggunakan spidol yang dapat dihapus.
Ciri khusus dari copy board adalah bahwa frame (kerangka)-nya dapat disalin dalam waktu sekitar 10 detik. Anda dapat membuat salinan frame sebanyak mungkin dengan menekan tombol yang tepat. Semua materi disalin dengan warna hitam dan putih dengan menggunakan kertas yang tidak tahan panas.
Copy board pada dasarnya bermanfaat untuk sesi pemanasan otak dan untuk meringkaskan diskusi kelompok. Salinan ini pada dasarnya sangat membantu para siswa yang tinggal kelas.



Pegboards
Permukaan display lainnya yang terkenal adalah pegboard. Hal ini berguna untuk menampilkan benda-benda berat, materi tiga dimensi, dan visual.
Pegboard terbuat dari Masonite yang keras dengan lubang ½ inchi yang digali dengan jarak 1 inchi. Materi pegboard biasanya memiliki tebal 1/8 inchi dan hadir dalam lembaran-lembaran ukuran 4 x 8 kaki, yang dapat dipotong sesuai ukuran
 Cantelan logam khusus dan pegangan dapat disisipkan kedalam pegboard untuk menjilid buku, kertas, dan benda-benda lainnya. Berbagai jenis cantelan buku tersedia di sebagian besar toko hardware. Golftee juga dapat disisipkan kedalam lubang untuk menjilid materi yang ringan seperti poster dan visual yang ditempel diatas kardus.
 Untuk efek latar belakang, seluruh permukaan pegboard dapat ditutup dengan kain atau kertas berwarna. Golftee atau cantelan khusus selanjutnya dapat disisipkan melalui kain atau kertas.
























BAB III
PENUTUP

III. 1   Kesimpulan
Proses belajar mengajar seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa sehari-hari, sehingga materi ini menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami siswa. Pemilihan media dalam pembelajaran merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak. Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi adalah visualisasi yang sering dilakukan dalam proses belajar mengajar. Pada era informatika visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio).
Konsep permainan dalam pembelajaran digabung dengan media yang digunakan untuk menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan. Sesi pembelajaran bisa disesuaikan dengan tahap penerimaan dan pemahaman siswa. Upaya membuat anak betah belajar di sekolah dengan pemilihan media yang tepat merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tengah-tengah masyarakatnya. Lulusan sekolah yang mampu menjadi bagian intergral peradaban masyarakatnya

III. 2   Saran
Dalam proses pembelajaran diperlukan kreativitas dan inovasi yang terus menerus. Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh guru melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menarik, membangkitkan keingintahuan pada siswa, memotivasi siswa dalam berpikir kreatif dan merangsang untuk menemukan hal-hal baru pada guru maupun siswa. Sebagai tugas pokok guru adalah merangsang terciptanya proses pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan serta efektif dan efisien di kelas. Sehingga sasaran dan target dari kebijakan pendidikan dapat tercapai dan dapat diwujudkan seperti yang diamanatkan dalam Tujuan Pendidikan Nasional.


DAFTAR PUSTAKA


http://www.slideshare.net/suediahmad/pemanfaatan-media-pembelajaran.html

http://ictcommunity.multiply.com/journal/item/17/PEMANFAATAN_MEDIA_BERBASIS_ICT_TERHADAP_PEMBELAJARAN_DI_SEKOLAH.html

http://mfadil.blog.unje.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran.html

http://math04-uinmks.blogspot.com/2008/jenis-jenis-media-pembelajara.html

http://terdidik.com/2009/10/26/arti-fungsi-media-pendidikan.html

http://m.kompasiana.com/?act=r&id=39621

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/


http://3.bp.blogspot.com/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar