Selasa, 21 Juni 2011

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN

MAKALAH


                                            MEDIA PEMBELAJARAN








Disusun
Oleh

Nama     :  Nova Kurniati Chandra
NIM      :  332010155

Kelas/Semester : C/II

Dosen Pengasuh : Rohman, S. Pd., M.Pd.

                                             

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
MARET 2011



KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan penuh kemudahan.

Dewasa ini, pengaruh pekembangan IPTEK berdampak basar dalam bidang pembelajaran. Pengaruh perkembangan tersebut terlihat jelas dalam upaya pembaharuan-pembaharuan dalam sistem pendidikan. Salah satu upaya pembaharuan tersebut adalah media pembelajaran. Di era globalisasi ini, Pendidik diharapkan berupaya untuk memanfaatkan alat modern yang dapat menjadi media yang menarik, murah, mudah serta efisien dalam poses pembelajaran.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan sejawat serta semua pihak yang telah memberikan bimbingan, pengarahan serta bantuan selama penulisan makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan yang jauh dari kesempurnaan. Namun demikian, penulis mengharapkan pengertian dari pembaca, hal ini disebabkan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan pengalaman penulis. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Semoga dengan pembuatan makalah ini mampu memberikan manfaat dan mampu memberikan nilai tambah kepada para pemakainya.

Palembang,    Maret  2011

Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ .................. i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ................. ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... ................. iii
BAB    I               PENDAHULUAN ................................................................................. 1
            I.     A       LATAR BELAKANG MASALAH......................................................... 1
            I.     B       RUMUSAN MASALAH........................................................................ 2
            I.     C       TUJUAN MASALAH............................................................................. 2
            I.     D       METODE PENELITIAN........................................................................ 2
BAB    II              PEMBAHASAN .................................................................................... 3
            II.    A       PENGERTIAN  DAN CIRI MEDIA PEMBELAJARAN  ..................... 3
            II.    B       FUNGSI DAN MENFAAT MEDIA PEMBELAJARAN  ..................... 5
            II.    C       PENGENALAN BEBERAPA MEDIA PEMBELAJARAN  ...................   9
            II.    D       PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN  ........................................... 11
            II.    E       PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN  ..................................... 12
            II.   F       LANDASAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN................. 13
            II.    G       KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ................................................. 15
BAB    III             PENUTUP ............................................................................................ 17
            III.  A       SIMPULAN .......................................................................................... 17
            III.  B       SARAN ................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ iv





1

BAB I
PENDAHULUAN

I. A   Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. pendidikan memiliki nilai yang strategis dan urgen dalam pembentukan suatu bangsa. Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai suatu upaya untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa tersebut. Sebab lewat pendidikanlah akan diwariskan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa tersebut.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap individu disepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal sepert di sekolah-sekolah, tidak lain adalah bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Semua interaksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain terdiri atas peserta didik, pendidik, materi pembelajaran dan peralatan media pembelajaran.
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Perkembangan itu juga semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam poses belajar. Oleh karena itu, para pendidik dituntut agar mampu menggunakan alat-alat modern yang ada guna memperlancar proses belajar.
Disamping itu, pendidik juga dituntut untuk dapat berkreasi dalam menciptakan media pembelajaran yang akan digunakannya. Dewasa ini pendidik diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.




2

I. B   Rumusan Masalah
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki serta sesuai dengan rujukan materi yang harus dibahas dalam makalah ini, maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan pengertian media penbelajaran, fungsi dan manfaat media pembelajaran, pengenalan beberapa media pembelajaran, pemilihan media pembelajaran dan penggunaannya, landasan penggunaan media pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangan media pembelajaran.

I. C   Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Media Pembelajaran Matematika, serta sebagai bahan bacaan bagi para mahasiswa lain guna menambah pengetahuan mereka dalam bidang pengelolaan materi pembelajaran yang menarik, efektif, dan  efisien bagi peserta didik.

I. D   Metode Penulisan
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulisan makalah  ini menggunakan metode kepustakaan. Selain mengambil referensi dari buku-buku, dewasa ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan guna mencari bahan dan materi makalah tapi dapat pula dilakukan dengan mengakses ke situs-situs web di internet. Kami menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data–data tentang topik ataupun materi yang kami gunakan untuk pembuatan makalah ini.







3

BAB II
PEMBAHASAN

Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya. Perlunya  penggunaan dan pemanfaatan media dalam pembelajaran haruslah dipahami oleh para pendidik.
II. A   Pengertian dan Ciri-Ciri  Media Pembelajaran
Pengertian Media. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dri pengirim kepada penerima pesan. Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai prantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, ilm, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
Makna umumnya adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dari sumber informasi ke penerima informasi. Dengan demikian, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada para peserta didiknya agar mereka mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan serta perubahan sifat yang positif didalam proses belajar mengajar. Dalam pengertian ini, buku teks, alat-alat modern, lingkungan sekolah, maupun pendidik itu sendiri dapat menjadi media dalam pembelajaran.


4

Ciri-Ciri Media. Gerlach & Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media dilihat dari alasan mengapa media digunakan serta hal apa saja yang dapat dilakukan oleh media.

a. Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. suatu peristiwa atau objek dapat disusun kembali dengan media seperti video tape, audio tape dan disket komputer. Suatu peristiwa yang sudah direkam dengan mudah dapat direproduksi ulang (digandakan) kapan saja diperlukan.

b. Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media mempunyai ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar. Misalnya, bagaimana proses pengelolahan padi menjadi beras.

c. Ciri Distributif (Distributive Property)
Dewasa ini, distributisi media dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja. Sekali informasi direkam, ia dapat direproduksi sebanyak mengkin dan dapat digunakan berulang-ulang secara bersamaan di berbagai tempat. Data rekaman akan terjamin sama atau hampir sama dengan aslinya.






5
II. B   Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran                    
Fungsi Media Pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (pendidik) menuju penerima (peserta didik). Sedangkan metode adalah prosedur atau langkah-langkah untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.
Fungsi media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut:
1. Fungsi Atensi
Media dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai materi pelajaran.

2. Fungsi Afektif
Fungsi media dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa/mahasiswa ketika proses belajar mengajar berlangsung melalui teks yang bergambar.

3. Fungsi Kognitif
Media dapat mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4. Fungsi Kompensatoris
Media berfungsi untuk mengakomodasikan peserta didik yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

5. Fungsi Psikomotoris
Fungsi ini diberikan dengan maksud untuk menggerakkan siswa melakukan suatu kegiatan, terutama yang berkenaan dengan materi penghafalan.

6. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi dimaksudkan agar segala kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan dapat dilakukan penilaian kemampuan siswa dalam merespon pembelajaran.
6

Manfaat Media Pembelajaran. Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah untuk memperlancar interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dengan maksud membantu peserta didik belajar lebih optimal, sehingga pembelajaran bisa lebih efektif dan efisien baik dari segi teroritis maupun praktikum.
Tetapi selain itu juga secara lebih spesifikasi manfaat media pembelajaran yang telah terakumulasi dari beberapa pendapat pakar yaitu sebagai berikut.
      1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar pendidik dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara peserta didik dimanapun berada.

      2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
Media dapat menyampaikan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu pendidik untuk mendeskripsikan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan. Media juga dapat membangkitkan keingintahuan siswa, merangsang mereka untuk bereaksi terhadap penjelasan pendidik.

      3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Media dapat membantu pendidik dan peserta didik melakukan komunikasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media pendidik mugkin akan cenderung bicara satu arah kepada peserta didik mereka.

      4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Pendidik tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan menggunakan media, peserta didik akan lebih mudah memahami pelajaran.


7

      5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
Media pembelajaran dapat membantu peserta didik menyerap materi pembelajaran lebih mandalam dan utuh.

6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung pada keberadaan pendidik.

      7. Menumbuhkan sikap positif peserta didik terhadap materi dan proses belajar
Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

      8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Dengan  media, pendidik tidak lagi menjadi sekedar ”pengajar” karena media meminimalisasikan waktu sehingga pendidik dapat memberi perhatian lebih kepada peserta didiknya seperti membantu kesulitan belajar pendidik, membentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain sebagainya.








9
II. C   Pengenalan Beberapa Media Pembelajaran
Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :
1. Media Grafis
Media grafis termasuk media visual. Saluran yang dipakai menggunakan indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Banyak jenis media grafis diantaranya:
a. Gambar atau Foto
Gambar/ foto adalah media yang paling umum dipakai dan merupakan bahasa yang paling umum yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana.

b. Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Stiap guru hendaknya dapat menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Selain dapat menarik perhatian murid, juga dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tidak perlu dipersoalkan sebab media ini dapat dibuat langsung oleh guru.

c. Diagram
Adalah gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol yang menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menyaderhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.

d. Bagan/Chart
Fungsi pokoknya adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan-ringkasan inti dari suatu persentasi. Pesan yang akan disampaikan biasanya burupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting antar komponen.

10

e. Grafik
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. sering kali simbol-simbol verbal digunakan pada grafik untuk melengkapi atau menyelaraskan hubungannya. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Berbeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prisip-prinsip matematik.

2. Audio
Media audio memudahkan dalam mengidentifikasi obyek-obyek, mengklasifikasikan obyek, membantu menjelaskan konsep abstrak menjadi konkret. Contoh dari media audio ialah radio dan tape recorder.

3. Animasi
 Media Animasi mampu menunjukkan suatu proses abstrak di mana pengguna ingin melihat pengaruh perubahan suatu variabel terhadap proses tersebut. Namun media Animasi menyediakan suatu tiruan yang bila dilakukan pada peralatan yang sesungguhnya terlalu mahal untuk mendapatkannya atau berbahaya dan berbagai macam kendala lainnya.
 
4. Video
Umumnya pengguna menganggap belajar melalui video lebih mudah dibandingkan melalui teks sehingga pengguna kurang terdorong untuk lebih aktif di dalam berinteraksi dengan materi. Video memaparkan keadaan riil dari suatu proses, fenomena atau kejadian sehingga dapat memperkaya pemaparan. Video sangat cocok untuk mengajarkan materi menyangkut psikomotor.

Kemp dan Dayton (1985). Mengelompokkan media pembelajaran menjadi 10 kelompok antara lain; cetak, audio, audio-cetak,  proyeksi (OverHead Visual Diam Transparan/OHT), proyeksi visual diam dengan audio, visual gerak, visual gerak dengan audio, benda, manusia dan sumber lingkungan, serta komputer.

11

II. D   Pemilihan Media Pembelajaran
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang di kenal dengan istilah ASSURE. Enam kegiatan utama yang disarankan dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut.
(A; Analyze learner characteristics) Menganalisis karakter umum kelompok sasaran (peserta didik), seperti stastus pendidikan, jenis kelamin, keterampilan, maupun sikap awal mereka.
(S; State objective) Merumuskan tujuan pembelajaran yang nantinya akan mempengaruhi pemilihan media maupun kegiatan belajar.
(S; Select or modify media) Memilih atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat.
(U; Utilize) Menggunakan materi dan media dengan mempersiapkannya sebelum penyajian.
(R; Require learner response) Meminta tanggapan dari peserta didik.
(E; Evaluate) Mengevaluasi proses belajar.

Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
  • tepat untuk mendukung isi pelajaran,
  • ketersediaan waktu, dana, atau sumber dalam penggunaannya,
  • keterampilan pendidik dalam menggunakannya,
  • sesuai dengan tingkat kemampuan siswa,
o       memahami karakteristik setiap media,
  • sesuai dengan metode pengajaran yang digunakan,
  • kemudahan memperoleh media.






12

II. E   Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dapat menunjang pencapaian keberhasilan belajar. Hal ini dibuktikan dengn banyaknya hasil penelitian yang menyatakan bahwa pengunaan alat bantu atau media dalam proses belajar mengajar di kelas terkesan begitu efektif, terutama dalam hal pengingkatan prestasi siswa. Terbatasnya media yang dipergunakan dalam kelas diduga merupakan salah satu penyebab rendahnya kualitas belajar siswa.
Penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan salah satu kebutuhan yang utama. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada diri peserta didik dengan menggerakkan segala sumber dan cara belajar yang mudah, nyaman, kondusif dan interaktif.
Tujuan dari penggunaan media adalah agar anak didik mampu menciptakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dalam metode pembelajaran rancangan mereka sendiri. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan memahami materi pelajaran yang akan disampaikan kepada mereka.

Beberapa penggunaan media pembelajaran:
a.              Media berbasis manusia (guu, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, dan lain-lain),
b.             Media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas),
c.              Media berbasis visual (buku, chart, grafik, peta, figur/gambar, dan slide),
d.             Media berbasis audio-visual (video, film, dan televisi),
e.              Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan computer dan video interaktif).






13

II. F   Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain:
1.            Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya, diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik dengan cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
2.            Landasan Psikologis
Kajian psikologis menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang lain abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.
a.        Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan symbol, yaitu menggunakan kata-kata  (symbol representation). Menurut Burner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
b.       Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses pemahaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media, mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
14

3.            Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosodur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam proses pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi desain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi pengalaman langsung.
4.            Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan, bila ia belajar dengan menggunkan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunkan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunkan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajaran, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.







15
II. G   Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran
a.   Kelebihan
Meskipun dalam penggunaannya jenis-jenis teknologi dan media sangat dibutuhkan guru dan siswa dalam membantu kegiatan pembelajaran, namun secara umum terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya. Diantara kelebihan atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
1.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)

2.    Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti: Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model :
a.       Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.
b.      Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.
c.       Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
d.      Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll.
e.       Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dll.

3.   Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a.       Menimbulkan kegairahan belajar.
b.      Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
c.       Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

4.   Dengan sifat yang unik pada tiapsiswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam:
a.       Memberikan perangsang yang sama
b.      Mempersamakan pengalaman.
c.       Menimbulkan persepsi yang sama.





16

b.                  Kelemahan
Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran visual antara lain terlalu menekankan bahan-bahan visualnya sendiri dengan tidak menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain, pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan visual. Disamping itu juga bahan visual dipandang sebagai alat bantu semata bagi guru dalam proses pembelajaran sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat bantu tersebut diabaikan.
Kelemahan audio visual terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual sebagai alat bantu guru dalam proses pembelajaran dan media yang beorientasi.
















                                         



17

BAB III
PENUTUP

III. A   Simpulan
Demikianlah, untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang unggul dan bermartabat memang tidak mudah. Banyak perubahan-perubahan yang mendasar yang harus berani untuk kita lakukan. Jika kita ingin mengharapkan lahirnya generasi yang unggul dan berkualitas, generasi yang akan mampu menjadi pemimpin, tidak hanya pemimpin bagi negerinya, tetapi pemimpin bagi seluruh penduduk di muka bumi ini, maka pendidikan yang berkualitas akan menjadi kata kuncinya. Dan untuk menunjang semua itu, diperlukan suatu media yang mudah, murah, nyaman dan efisien dalam proses terciptanya belajar dan mengajar yang kondusif.

III. B   Saran
Media pembelajaran sangat membantu pendidik guna mempermudah penyampaiaan materi. Agar peserta didik nyaman dan dapat menerima materi, seorang pendidik haruslah berkreasi menyajikan materinya dengan bentuk yang unik serta manarik minat dan penasaran para peserta didiknya dan menyesuaikannya dengan tiap-tiap peserta didik.















iv

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo
     Persada.

Gerlach, V.G. dan Ely, D.P. 1971. Teaching and Media. A
     Systematic Approach. Wnglewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc.


http://landasan-pendidikan-konsep-dan-aplikasinya-p-7757.html


http://mfadil.blog.unje.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran.html

Pidarta, Made. 2006. Landasan Kependidikan. Jakarta:
     PT. Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar